Kamis, 17 November 2016

Deskripsi Jaringan Perusahaan

Deskripsi Jaringan Perusahaan

I.                  Trafik yang mengalir pada jaringan perusahaan
     Trafik jaringan dapat diklasifikasikan berdasarkan alamat jaringan, protokol dan port, ingress interface, atau klasifikasi lainnya selama masih didukung oleh standard access list atau extended access list.
Ø  Standar ACL digunakan untuk memeriksa alamat asal dari paket yang akan dirutekan.
Ø  Extended ACL digunakan lebih spesifik daripada standar ACL yang menyediakan lebih banyak parameter dan argumen.

II.               LAN dan WAN perusahaan
a.       LAN (Local Area Network)
                        Merupakan jaringan yang bersifat internal dan biasanya milik pribadi di dalam sebuah perusahaan kecil atau menengah dan biasanya berukuran sampai beberapa kilometer. LAN digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer atau workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik untuk pemakaian sumber daya bersama serta sarana untuk saling bertukar informasi.
b.      WAN (Wide Area Network)
                        WAN jangkauannya mencakup daerah geografis yang lebih luas. WAN terdiri dari kumpulan LAN, MAN dan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program aplikasi pemakai. Terdapar perangkat yang melewatkan aliran informasi data dalam sebuah WAN.
                        Perangkat tersebut adalah :
Ø  Router
            Router adalah peningkatan kemampuan bridge. Router mampu menunjukan rute/jalur dan mem-filter informasi pada jaringan yang berbeda.
Ø  ATM Switch
Menyediakan transfer data berkecepatan tinggi antara LAN dan WAN
Ø  Modem (modulator/demodulator)
Modem mengonversi sinyal digital dan analog . pada pengirim, modem mengonversi sinyal digital dalam bentuk yang sesuai dengan teknologi transmisi untuk dilewatkan melalui fasilitas komunikasi analog atau jaringan telepon (public telephone line) . Di sisi penerima modem mengonversi sinyal ke format digital kembali.
III.           Intranet dan ekstranet
a.      Intranet adalah sebuah jaringan komputer berbasis protokol TCP/IP seperti internet, hanya saja digunakan dalam internal perusahaan, kantor, bahkan warung internet (WARNET) pun dapat di kategorikan intranet.
b.      Extranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier), penjual (vendor), mitra (partner), pelanggan dan lain-lain.
IV.            Aplikasi-aplikasi perusahaan dan Pola trafik yang mengalir
     Cara yang tepat untuk membangun hubungan dengan konsumen ialah dengan membangun Customer Relantionship Management (CRM).
     Tujuan utama dari CRM ini memang bukan kepuasan konsumen, tapi lebih pada loyalitas konsumen. Konsumen tidak hanya merasa puas sekali dalam menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan suatu perusahaan, namun akan terus menggunakannya.
V.               Aplikasi-aplikasi dan trafik pada jaringan perusahaan
     Salah satu contoh aplikasi pada perusahaan adalah SISTEM INFORMAS MANAJEMEN ONLINE MANUFACTURE. Aplikasi ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman php dan support menggunakan database apa saja seperti : mysql, sql server, postgresql dan oracle. Software ini ditujukan dan bisa digunakan untuk perusahaan dibidang manufacture.
     Kelebihan software ini :
Ø  Simple – users friendly – powefull – multi platform
Ø  Customize software (jadi sesuai dengan perusahaan anda)
Ø  Laporan menggunakan pdf
Ø  Online internet (akses dimana saja dan kapan saja0
Ø  Menggunakan perhitungan hpp (rata-rata)
Ø  Fasilitas searching lengkap
Ø  Fasilitas sorting asc dan desc lengkap
Ø  Adanya fasilitas export / import di setiap table
Ø  Multi database support
VI.            Prioritas trafik jaringan
     Pada metode prioritas paket data yang melintasi gateway diberikan prioritas berdasarkan port, alamat IP atau subnet. Prioritas trafik jaringan ada 2, yaitu FIFO dan prioritas Antrian.
·        FIFO
            Teknik antrian FIFO mengacu pada FCFS (First Come First Server) , paket data yang pertama datang akan diproses terlebih dahulu. Paket data yang keluar terlebih dahulu dimasukkan ke dalam antrian FIFO kemudian dikeluarkan sesuai dengan urutan datangnya.
·        Prioritas Antrian
            Pada situasi tertentu kadang kala kita harus memutuskan suatu permasalahan dengan memilih salah satu solusi yang perlu dilaksanakan terlebh dahulu dan hal ini disebut prioritas.
VII.        Asas teleworking dan VPN
     Teleworking adalah suatu aktivitas yang dilakkan oleh pegawai untuk melakukan pekerjaan dari suatu tempat diluar lokasi unit kerja DJP dan tidak tersambung ke jaringan internal (intranet) DJP dengan menggunakan teknologi komunikasi sehingga mendapatkan tingkatan akses yang sama dengan pada saat bekerja dilokasi kantor (melalui intranet).

Layana Keamanan ISP

Layanan Keamanan ISP

I.                   PERTIMBANGAN LAYANAN KEAMANAN ISP (ENKRIPSI DATA)
Encryption berasal dari bahasa yunani kryptos yang artinya tersembunyi atau rahasia. Enkripsi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengkodekan data sedemikian rupa sehingga keamanan informasinya terjaga dan tidak dapat dibaca.
Manfaat Enkripsi Data :
·         Kerahsiaan suatu informasi terjamin
·         Menyediakan authentication dan perlindungan integritas pada algoritma checksum/hash
·         Menanggulangi penyadapan telepon dan email
·         Untuk digital signature. Digital signature adalah menambahkan suatu baris statemen pada suatu elektronik copy dan mengenkripsi statemen tersebut dengan kunci yang kita miliki dan hanya pihak yang memiliki kunci deskripsinya saja yang bisa membukanya
·         Untuk digital cash
Kerugian Enkripsi Data :
·         Penyandian rencana teroris
·         Penyembunyian record kriminal oleh seorang penjahat
·         Pesan tidak bisa dibaca bila penerima pesan lupa atau kehilangan kunci (decryptor).

II.                PERALATAN PENGAMAN PADA ISP (ACL, PORT FILTERING, FIREWALL, IDS, IPS)
1.      ACL
Sebuah software yang dirancang secara khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa maupun pengguna ahli.
Manfaat ACL :
·         Dapat membantu dalam mengakses data baik langsung (direct) kedalam sistem jaringan ataupun indirect (tidak langsung)
·         Mengidentifikasi kecenderungan, dapat juga menunjukkan dengan tepat sasaran pengecualian data dan meyoroti potensial area yang menjadi perhatian
·         Mengidentifikasi proses perhitungan kembali dan proses verifikasi yang benar
·         Mengidentifikasi pesoalan sistem pengawasan dan memastika terpenuhinya permohonan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.
Siklus ACL :
·         Perencanaan
Merencanakan pekerjaan sebelum memulai sebuah project.
·         Akses Data
Untuk membacanya dengan ACL
·         Integritas dan Verifikasi Data
Diperlukan untuk menguji integritas
·         Analisis Data
Dalam Analisis tahap melakukan tes yang diperlukan untuk mencapai tujuan
·         Pelaporan Hasil
Membuat laporan dari yang dihasilkan. ACL dapat membuat berbagai jenis laporan, termasuk multiline, detail, dan ringkasan laporan
2.      Firewall
Firewall digunakan untuk melindungi sebuah komputer atau jaringan dari akses komputer luar yang tidak memiliki hak otoritas untuk mengakses komputer jaringan tersebut.
Fungsi Firewall :
·         Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
·         Melakukan autentikasi terhadap akses jaringan
·         Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
·         Mencatat semua kejadian, dan membuat laporan kepada administrator
·         Menerapkan suatu kebijakan security
·         Mencegah atau memblok suatu aktivitas yang dirasa mencurigakan okeh system
3.      Port Filtering
Packet filtering adalah salah satu jenis teknologi keamanan yang digunakan untuk mengatur paket-paket apa saja yang diizinkan masuk ke dalam sistem atau jaringan dan paket-paket apa saja yang diblokir. Packet filtering umumnya digunakan untuk memblokir lalu lintas yang mencurigakan yang datang dari alamat IP yang mencurigakan, nomorport TCP/UDP yang mencurigakan, jenis protokol aplikasi yang mencurigakan, dan kriteria lainnya. Akhir-akhir ini, fitur packet filtering telah dimasukkan ke dalam banyak sistem operasi (IPTables dalam GNU/Linux, dan IP Filter dalam Windows) sebagai sebuah fitur standar, selain tentunya firewall dan router.
4.      IDS
Sebuah aplikasi perangkat lunak atau perangkat keras yang mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. Jenis IDS yaitu :
·         Network-based Intrusion Detection System (NIDS)
Semua lalu lintas yang mengalir ke sebuah jaringan akan dianalisis untuk mencari apakah ada percobaan serangan atau penyusupan ke dalam jaringan
·         Host-based Instrusion Detection System (HIDS)
Aktivitas sebuah host jaringan individual akan dipantau apakah terjadi sebuah percobaan serangan atau penyusupan ke dalamnya atau tidak.
5.      IPS
Intrusion Prevention System (IPS) adalah sebuah aplikasi yang bekerja untuk :
·         Monitoring traffic jaringan
·         Mendeteksi aktivitas yang mencurigakan
·         Melakukan pencegahan dini terhadap instrusi atau kejadian yang dapat membuat jaringan menjadi berjalan tidak seperti sebagaimana mestinya
Jenis-jenis IPS :
·         Host-based Intrusion Prevention System (HIPS) merupakan sebuah system pecegahan yang terdiri dari banyak layer, menggunakan packet filtering, inspeksi status dan metode pencegahan intrusi yang bersifat real-time untuk menjaga host berada di bawah keadaan dari efisiensi performansi yang layak. Mekanisme kerjanya yaitu dengan mencegah kode-kode berbahaya yang memasuki host agar tidak dieksekusi tanpa perlu untuk mengecek threat signature.
·         Network Intrusion Prevention System (NIPS), yang juga disebut sebagai “In-line proactive protection”, menahan semua trafik jaringan dan menginspeksi kelakuan dan kode yang mencurigakan.
III.             MONITORING DAN PENGATURAN ISP (SERVICE LEVEL AGREEMENT,SNMP,SYSLOG)
1.      Service Level Agrement (SLA)
Kesepakatan antara penyedia jasa dan pengguna jasa mengenai tingkat (mutu) layanan, adalah komponen kunci dari keseluruhan strategi SLM (Service Level Management) suatu organisasi TI.
2.      SNMP (Simple Network Management Protocol)
            Sebuah protokol standar manajemen jaringan pada application layer TCP/IP supaya informasi yang dibutuhkan untuk manajemen jaringan bisa dikirim menggunakan TCP/IP.
            Fungsi :
·         Get
Digunakan oleh manajer untuk mengambil suatu item dari agen MIB
·         Set
Digunakan oleh manajer untuk men-set atau mengisikan harga suatu variable pada agen MIB
·         Trap
Digunakan oeh agen untuk mengirim peringatan kepada manajer
·         Inform
Digunakan oleh manajer untuk mengirimkan peringatan kepada manajer yang lain
Perangkat :
·         Managed Nodes
Node bisa pada jaringan yang dilengkapi dengan software supaya dapat diatur menggunakan SNMP. Berupa TCP/IP biasa dan disebut managed devices.
·         Network Management Services (NMS)
Merupakan perangkat jaringan khusus yang menjalankan software tertentu supaya dapat mengatur managed nodes.
IV.             BACKUP DAN RECOVERY (MEDIA,FILE)
1.      Backup Data
            Memindahkan atau menyalin kumpulan informasi (data) yang tersimpan di dalam harddisk komputer yang biasanya dari satu lokasi/perangkat ke lokasi/perangkat lain.
            Metode :
a.      Konsep Backup
      Proses backup dalam teknologi informasi mengacu pada penyalinan data, sehingga salinan tambahan tersebut bisa digunakan untuk mengembalikan (restore) setelah peristiwa kehilangan data.
b.      Konsep Replikasi
      Suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data dengan objek-objek database dari suatu database ke database lain dan melakukan sinkronisasi antara database sehingga konsistensi data dapat terjamin.
2.      Recovery
            Suatu proses untuk mengupdate database dengan file backup yang telah disimpan terakhir kalinya.
Database yang menggunakan sistem recovery :
a.       Full Recovery Model
      Pada model ini, transaction log akan di truncate (dipotong) pada saat dilakukan backup transaction log
b.      Bulk-Logged Recovery Model
      Beberapa operasi akan bersifat minumally logged. Misalnya, bulk insert, insert select, create index, drop index, dsb. Sama seperti full recovery, transaction log akan dipotong hanya pada saat backup transaction log. Sehingga backup transaction log harus dijalankan secara berkala.
c.       Simple Recovery Model
      Hampir sama dengan bulk-logged, beberapa operasi bersifat minimally logged. Macam-macam transaksi tersebut sama persis dengan bulk-logged. Perbedaan mendasar adalah pemotongan transaction log. Transaction loh otomatis terpotong pada saat checkpoint selesai.

Konfigurasi Default Route



Konfigurasi Default Route



Sekenario : Perusahaan Anda baru saja menambah router Cisco 1841 baru sebagai border device. Mereka

menyewa bandwidth sebesar 64Kbps untuk koneksi kedua office dari ISP lokal. Sejak saat itu semua trafik bukan
lagi jaringan lokal, harus di rutekan ke router ISP. Admin jaringan senior telah memutuskan
sebuah default route ke router ISP yang akan di konfigurasi. Anda telah ditunjuk untuk
menyelesaikan configurasi tersebut.
Karena pada kasus ini yang kita konfigurasi default route adalah router border1 dan border2
maka router ISP harus sudah kita konfigurasi terlebih dahulu dengan routing static.
Sebelum kita konfigurasi default route lihat routing tabel pada Border 1 dan Border 2 dengan mengetikan perintah show ip route.

Border1#show ip route
 

Border2#show ip route

Saat ini routing tabel hanya berisi informasi routing untuk dua network lokal yang terkoneksi dan the gateway of last resort is not set.

Konfigurasi default route pada router Border1 :
Border1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.1.1
Border1(config)#end
Border1#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration…
[OK]
Konfigurasi default route pada router Border2 :
Border2(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 se0/0/1
Border2(config)#end
Border2#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration…
[OK]
Perifikasi hasil konfigurasi dan koneksi
Check tabel routing pada router Border1

Border1#show ip route

check tabel routing pada router Border2

Border2#show ip route

Routing tabel sekarang berisi informasi routing untuk dua network lokal yang terkoneksi langsung,
dan “a default route setting the Gateway of last resort”
ping DNS server dari PC1 menggunakan Command Prompt


ping PC2 dari PC1 menggunakan Command Prompt
 
REFLEKSI
Pertanyaan :
1. Sebutkan dua cara yang bisa digunakan untuk mengkonfigurasi default route?
2. Bagaimana cara anda mengidentifikasi default route sudah dikonfigurasi ketika melihat routing tabel?
Jawab
1. a. Menentukan rute via berdasarkan ip address hop selanjutnya ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.1.1
b. Menentukan rute via berdasarkan interface hop selanjutnya ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 se0/0/1
2. – Pada tabel routing yang telah dikonfigurasi terdapat kode S* sedangkan sebelum dikonfigurasi tidak ada.
– Pada tabel routing yang telah dikonfigurasi terdapat informasi “Gateway of last resort is <ip next hop> <network next hop>, sedangkan pada tabel routing yang belum dikonfigurasi adalah “the gateway of last resort is not set”

Interaksi server-klien ( protocol TCP dan UDP,Penomoran port TCP/IP)


Interaksi server-klien ( protocol TCP dan UDP,Penomoran port TCP/IP) 

 

1.    Pengertian Protokol
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Prinsip dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus dipertimbangkan, yaitu efektivitas, kehandalan, dan Kemampuan dalam kondisi gagal di network. Protokol distandarisasi oleh beberapa organisasi yaitu IETF, ETSI, ITU, dan ANSI. Tugas yang biasanya dilakukan oleh sebuah protokol dalam sebuah jaringan diantaranya adalah :
Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer / mesin lainnya.
Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking).
Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
Bagaimana format pesan yang digunakan.
Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya.
Mengakhiri suatu koneksi.


 2.    Pengertian Model Osi Layer

Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. OSI dikembangkan oleh badan Internasional yaitu ISO (International Organization for Standardization) pada tahun 1977. Model ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model). Berikut dibawah ini merupakan gambar dari model OSI 7 Layer
Definisi masing-masing Layer pada model OSI

7. Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI,  seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.

6. Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual network komputing (VNC) atau Remote Dekstop Protokol (RDP).
5. Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.

4. Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

3. Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer3.

2. Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

1. Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI. Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.


 3.    Cara Kerja Model OSI 
Cara Kerja : Pembentukan paket dimulai dari layer teratas model OSI. Aplication layer megirimkan data ke presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun demikian, data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer dibawahnya lagi, terus demikian sampai ke physical layer. Di physical layer data dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan. Di host tujuan paket data mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah kelayer paling atas. Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil paket data dari media transmisi kemudian mengirimkannya ke data link layer, data link layer memeriksa data-link layer header yang ditambahkan host pengirim pada paket, jika host bukan yang dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan di buang, tetapi jika host adalah yang dituju oleh paket tersebut maka paket akan dikirimkan ke network layer, proses ini terus berlanjut sampai ke application layer di host tujuan. Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini disebut dengan “peer-layer communication”.

 4.    Pengertian TCP/IP

TCP/IP (Transmission Control Protokol / Internet Protokol ) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.
 5.    Definisi Masing-masing Layer pada model TCP/IP

4. Application merupakan Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi Stack Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT).

3. Transport berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram Protocol (UDP).

2. Internet berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),Internet control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).

1. Network Interface berfungsi untuk meletakkan frame – frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).

 6.    Ilustrasi koneksi pada TCP/IP

Awalnya suatu paket dengan SYN-flag dikirim ke IP tujuan, tujuan akan memberikan respon dengan suatu ACK(SYN) flag atau suatu paket de ngan RSTflag. Akan saya jelaskan:
SYN singkatan dari SYN -(synchronisation), yang digunakan untuk ‘memberitahukan' komputer tujuan suatu permintaan melakukan koneksi, kalau diterima, maka permintaan tersebut akan dijawab dengan suatu paket ACK(SYN) flag.
A CK singkatan dari ACK-(nowledgement). Setelah menerima paket dengan ACK(SYN) flag, komputer mengirim kembali suatu ACK memberitahukan host lain bahwa koneksi telah dibuat. Hal ini kita sebut sebagai "Three-Way-Handshake". Jika koneksi telah dibuat dan salah satu host ingin melakukan disconnect, akan dikirim suatu paket dengan FIN-flag diaktifkan. (FIN singkatan dari Finish). Tabel ini akan membuat hal ini lebih jelas:
Computer A Computer B
========== ==========
1) SYN -->
2) <-- ACK(SYN)
3) ACK --> Ya, koneksi telah dibuat!
4) FIN -->
5) <-- ACK(FIN) Buku Panduan Komunikasi Data
Computer A Computer B
========== ==========
1) SYN -->
2) <-- RST
3) ACK --> "Computer B" tidak ingin mela kukan koneksi dengan "Computer
A"!
(mungkin komputer B menjalankan suatu firewall)
Ada beberapa cara untuk mengeksplotasi protocol TCP :
SYN-floods, teardrop, Smurf-attacks, sequence-number attacks & dll.

 7.    Pengertian UDP (User Datagram Protocol)

User Datagram Protocol (UDP) adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
·         Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
·         Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
·         UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
·         UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.

Tabel Perbedaan TCP dan UDP
Dibawah ini merupakan tabel perbedaan TCP dan UDP :

No
TCP
UDP
1.
Beroperasi berdasarkan konsep koneksi.
Tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi harus membuat kode sendiri.
2.
Jaminan pengiriman-penerimaan data akan reliable dan teratur.
Tidak ada jaminan bahwa pengiriman dan penerimaan data akan reliable dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat kurang, terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
3.
Secara otomatis memecah data ke dalam paket-paket.
Pemecahan ke dalam paket-paket dan proses pengirimannya dilakukan secara manual.
4.
Tidak akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan koneksi internet dapat menanganinya.
Harus membuat kepastian mengenai proses transfer data agar tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat menanganinya.
5.
Mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file.
Jika paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.
 8.    FCS (Frame Check Sequence)

Teknik pengecekan kesalahan dalam transmisi data dengan cara mengirimkan sandi berupa field 16 bit sebelum flag penutup. Sandi ini akan dipakai penerima untuk memeriksa data dari kesalahan. Apabila antara isi field dengan hasil perhitungan yang dilakukan penerima tidak sama, maka dipastikan telah terjadi kesalahan dalam proses transmisi.

 9.    Port

Dalam protokol jaringan TCP/IP, sebuah port adalah mekanisme yang mengizinkan sebuah komputer untuk mendukung beberapa sesi koneksi dengan komputer lainnya dan program di dalam jaringan. Port dapat mengidentifikasikan aplikasi dan layanan yang menggunakan koneksi di dalam jaringan TCP/IP. Sehingga, port juga mengidentifikasikan sebuah proses tertentu di mana sebuah server dapat memberikan sebuah layanan kepada klien atau bagaimana sebuah klien dapat mengakses sebuah layanan yang ada dalam server. Port dapat dikenali dengan angka 16-Bit (dua byte) yang disebut dengan Port Number dan diklasifikasikan dengan jenis protokol transport apa yang digunakan, ke dalam Port TCP dan Port UDP. Karena memiliki angka 16-bit, maka total maksimum jumlah port untuk setiap protokol transport yang digunakan adalah 65536 buah.
Dilihat dari penomorannya, port UDP dan TCP dibagi menjadi tiga jenis, yakni sebagai berikut:
·         Well-known Port: yang pada awalnya berkisar antara 0 hingga 255 tapi kemudian diperlebar untuk mendukung antara 0 hingga 1023. Port number yang termasuk ke dalam well-known port, selalu merepresentasikan layanan jaringan yang sama, dan ditetapkan oleh Internet Assigned Number Authority (IANA). Beberapa di antara port-port yang berada di dalam range Well-known port masih belum ditetapkan dan direservasikan untuk digunakan oleh layanan yang bakal ada di masa depan. Well-known port didefinisikan dalam RFC 1060.
·         Registered Port: Merupakan Port-port yang digunakan oleh vendor-vendor komputer atau jaringan yang berbeda untuk mendukung aplikasi dan sistem operasi yang mereka buat. Registered port juga diketahui dan didaftarkan oleh IANA tapi tidak dialokasikan secara permanen, sehingga vendor lainnya dapat menggunakan port number yang sama. Range registered port berkisar dari 1024 hingga 49151 dan beberapa port di antaranya adalah Dynamically Assigned Port.
·         Dynamically Assigned Port: merupakan port-port yang ditetapkan oleh sistem operasi atau aplikasi yang digunakan untuk melayani request dari pengguna sesuai dengan kebutuhan. Dynamically Assigned Port berkisar dari 1024 hingga 65536 dan dapat digunakan atau dilepaskan sesuai kebutuhan.

Port
Jenis Port
Keyword
Digunakan
20
TCP, UDP
FTP-Data
File Transfer protocol (default data)
21
TCP, UDP
FTP
File Transfer protocol (default data)
23
TCP, UDP
TELNET
Telnet
25
TCP, UDP
SMTP
Simple Mail Transfer Protocol alias = mail
53
TCP, UDP
DOMAIN
Domain Name System Server
67
TCP, UDP
BOOTPC
DHCP/BOOTP Protocl server
68
TCP, UDP
BOOTPC
DHCP/BOOTP Protocl server
69
TCP, UDP
TFTP
Trivial File Transfer Protocol
80
TCP, UDP
WWW
World Wide Web HTTP
110
TCP, UDP
POP3
PostOfficeprotocol version3 (POP3)
123
TCP, UDP
NTP
Network Time Protocol
220
TCP, UDP
IMAP3
Interactive Mail Access Protocol versi 3